catatan I

Catatan I


Melangkah ke apartmen disambut bau hamis tahi kucing dan susasana bunyi.Akan gambar sami membaca kitab di dinding dan deretan buku fiksi berbahasa Inggeris,termasuk salah satunya ; menceritakan tentang hikayat Hindu.Mesin taip vintaj serta aksesori dalaman yang indie , termasuk kotak yang dijadikan meja dan gitar akustik .

‘Dah makan?’Tanyanya.              
                                     
Gadis berambut kusut masai menawarkan saya makanan.
Jika dilihat penampilannya,berbagai lintasan muncul di kepala saya.

‘Takpe kak.Dah.’

Bau asap rokok menangkap hidung saya.Berkepul-kepul di ruang tamu sempit itu .
Pening.

Di tangannya sepuntung rokok jenama Dunhill/Marlboro,dihisap dalam dengan penuh nikmat sebelum dihembus kuat.

‘Awak suka kucing?’,sambil menguntum senyum.

‘Aah’,lalu saya membalas kembali senyumnya.
Awkward.

Masih di sebelah tangannya terselit puntung rokok,
mengusap manja kucing gebu yang terbaring di lantai.

Terasa berdosa saya melihat diri berbaju agama,terlalu mudah menghukum orang.




Comments

Popular posts from this blog

1

life as we know it