4
Memencil diri pada dimensi yang dikira hanya dia yang wujud,di tepi dinding putih berhampiran rak yang menempatkan beberapa hadaman jiwa.Di situ tempat dia bertapa-Setelah tegang urat leher cuba merungkai beberapa persoalan yang muncul cukup untuk menambah rusuh di jiwa.
Setelah beberapa dialog tak berkesudahan antara nafsu dan nurani menjengah rasa.
Perlawanan yang cukup keras antara duanya dan dia di tengahnya.
-merasakan seperti ada lohong pada jiwa,kematu keras pada hati.
Dengan itu dia berkeputusan kembali ke daerah sunyi mencari hakiki.
menguntai malu yang masih tersisa,rindu yang terselit sepi,dan hati yang segar mekar pada Tuan yang Maha Memberi.
mencari sesuatu yang sangat dirinduinya selama ini.
Rasa itu.Rindu.
di rak buku - dia mencari jawapan pada soalannya

Bertandang ke rumah yang sentiasa mengalukan tetamu,Had menemukan itu.
Pada layangan bebas burung celah ruang dalam kubah yang dilihatnya saat meraup muka dari rintih yang panjang.
'seperti burung hijau berterbangan di taman syurga'
He never left you,that is you that always walk away from Him
Kembali pada-Nya,sebelum semuanya terlambat.Sebelum dia merintih seksa di ruang bicara sebenar.
Comments
Post a Comment